Saturday, August 20, 2016

Saciva - Bizcard Secretary, Mengubah Kartu Nama Menjadi Digital!

     Menyimpan kartu nama, menjadi momok bagi banyak orang terutama yang bekerja sebagai sekretaris, asisten pribadi, atau pekerja di media. Disimpan di dompet bikin tebal dan susah ditekuk, namun jika ditinggal di rumah atau kantor, takut sewaktu-waktu perlu kartu-kartu nama tersebut. Serta kertas kartu nama yang mudah rusak pun cukup merepotkan jika robek ataupun terkena air.

     Di era digital ini, teknologi membuat semua serba praktis dan mudah. Maka telah hadir Saciva - Bizcard Secretary yang dapat mengubah kartu nama menjadi digital sebagai solusi atas permasalahan menyimpan kartu nama tersebut.

Apa tuh Saciva - Bizcard Secretary? Mari kita bahas!

     Saciva - Bizcard Secretary merupakan aplikasi yang tersedia di Google Play Store dan App Store yang dapat mengubah kartu nama menjadi data digital. Cara kerjanya, kartu nama kita scan dan kemudian Saciva - Bizcard Secretary memiliki Typing Specialist yang ahli dalam mengetik secara cepat untuk mengubah data kartu nama menjadi digital. Keren kan? Yuk kita bahas manfaatnya! 

1. Dompet Nyaman Disimpan di Kantong

A video posted by R F (@rizkyfachrido) on

     Untuk pria yang ukuran dompetnya biasanya kapasitasnya lebih kecil dari wanita, tentu kalau punya kartu nama banyak bakal sangat merepotkan karna dompet susah ditekuk. Dengan adanya Saciva - Bizcard Secretary, dompet jadi lebih nyaman disimpan di kantong!

2. Mudah Dicari, Diatur, dan Diakses

A video posted by R F (@rizkyfachrido) on

     Kalau Pak Boss memerintah kita untuk menghubungi seseorang, tentu harus segera kita lakukan. Namun, kalau minta nomor telepon seseorang yang hanya ada di kartu nama dan hilang pasti urusannya bakal runyam. Saciva - Bizcard Secretary sangat memudahkan kita untuk mencari, mengatur, serta mengakses data dari kartu-kartu nama. Bye-bye ribet!

3. Menyimpan dengan Aman

A video posted by R F (@rizkyfachrido) on

      Saya memiliki pengalaman di mana kartu nama yang saya simpan di kantong kemeja lupa dikeluarkan sehingga tercuci dan rusak, sungguh sangat merepotkan karena saya harus mencari kembali contact dari pemilik kartu nama tersebut. Namun sejak menggunakan Saciva - Bizcard Secretary, saya tidak khawatir lagi kehilangan data kartu nama karena rusak terkena air. Toh datanya sudah tersimpan aman di Saciva - Bizcard Secretary! :)

     Itu dia manfaat yang saya rasakan dari Saciva - Bizcard Secretary. Mungkin banyak yang khawatir data-data dari kartu nama tersebut disalahgunakan, namun di awal saat kita registrasi akun dapat dibaca di privacy policy bahwa Saciva - Bizcard Secretary menjamin dan menjaga privasi dan keamanan data-data kita tersebut. Jadi jangan khawatir, data kita dijamin aman! :)


     Sekian review saya mengenai aplikasi Saciva - Bizcard Secretary yang sangat bermanfaat untuk manajemen data kartu nama ini. Aplikasi yang sangat bermanfaat kan? Yuk langsung aja download di Google Play Store atau App Store! :)

Tuesday, August 16, 2016

Pentingnya Penghargaan dalam Kehidupan

     Di era digital yang semakin maju saat ini, orang-orang cenderung bersikap tak acuh dan indivualis. Karena terlalu fokus dengan dunia masing-masing, hingga lupa memberi penghargaan kepada orang di sekitarnya. Misalnya penghargaan dari bos untuk karyawan, orang tua kepada anak, sampai penghargaan di sekolah.

     Jadi, bagaimana cara memberi penghargaan yang benar? Apakah penghargaan hanya berupa materi atau ada cara lain? Mari kita bahas!

1. Penghargaan Bos kepada Karyawan
     Seorang bos, tentu sangat menginginkan karyawan yang cekatan dan berkualitas. Namun banyak dari mereka yang kurang menghargai jerih payah karyawannya. Hingga akhirnya, karyawan pun tidak termotivasi untuk bekerja dengan giat. Ada baiknya, sang bos memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi. Untuk yang berupa materi, Voucher Belanja Sodexo sangat cocok untuk kebutuhan karyawan. Karena Merchant Sodexo sangat banyak dan bervariatif, sehingga dapat memenuhi kebutuhan karyawan mulai dari makan di restoran, belanja kebutuhan sehari-hari, hingga buku.

2. Penghargaan Orang Tua kepada Anak



     Seringkali, orang tua menghukum anaknya yang berusia anak-anak yang nakal. Namun, banyak dari mereka yang kurang memberi penghargaan kepada anak-anaknya jika melakukan hal baik, mampu mandiri, ataupun mendapatkan ranking di sekolah.
     Seharusnya, orang tua mampu memberikan penghargaan kepada anak mereka. Caranya selain dengan pemberian hadiah berupa materi, dapat juga dengan pujian, pelukan hangat, ataupun membuat acara kecil-kecilan untuk merayakan keberhasilan anaknya. Sehingga, anak lebih terpacu untuk berprestasi karena ia merasa dihargai.

3. Penghargaan di Sekolah
     Di Sekolah, tentu ada murid yang lebih menonjol dari segi prestasi, namun ada pula yang biasa-biasa saja. Untuk memotivasi murid agar lebih berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik, saya cukup salut karena sekolah-sekolah di Indonesia sering memberikan acara penyerahan piala saat upacara untuk murid yang berprestasi. Namun, ada baiknya murid yang memiliki nilai raport cemerlang atau ranking 1 di kelas juga diberikan penghargaan. Agar murid yang lain terpacu untuk belajar lebih giat lagi.

     Apa dari kalian sudah merasa dihargai? Atau justru merasa belum menghargai orang lain? Mari instrospeksi diri kita agar mampu memberikan penghargaan yang lebih baik lagi untuk orang-orang di sekitar kita. :)

Thursday, February 2, 2012

Kepakkan Sayapmu Setinggi Langit, Garuda!

    Sepakbola Indonesia. Untuk membahas hal tersebut emang gak akan ada habisnya, walaupun minim prestasi, kisruh di PSSI, dualisme liga, dan sebagainya, kita sebagai supporter tetaplah harus mendukung Timnas Indonesia kapanpun dan dimanapun. Gue mau cerita tentang pengalaman gue selama mensupport Timnas Indonesia.

         Pertama kali gue nonton langsung di GBK, yaitu ketika gue masih imut-imut kelas 1 SMP. Tepatnya, 10 Juli 2007 saat Indonesia menggilas Bahrain 2-1 di Piala Asia 2007. Gue kesana bareng bokap, dengan cuma modal nekat sore itu meluncur ke GBK walaupun belum punya tiket. Kita ke GBK menaiki busway, ketika sampai di sana, antrian tiket cukup panjang. Namun pertandingan akan dimulai kuranglebih 30 menit lagi. Akhirnya kita memutuskan dengan membeli 2 tiket tribun seharga Rp 80ribu di calo. Yak, padahal harga tiket asli tribun hanya Rp 15ribu. Tapi, saat itu kita gak mau perjalanan kita ke GBK sia-sia. Dan alhamdulillah, Indonesia menang dengan skor 2-1 atas Bahrain. Gol diciptakan oleh Budi Sudarsono di menit 14' setelah berhasil mengecoh kiper Bahrain. Dan gol ke-2 diciptakan oleh Bepe di menit 63' setelah menerima bola muntahan dari tendangan Isnan Ali yang membentur sebelah kiri mistar gawang. Yeah, menang! Setelah pertandingan selesai, yang ada dipikiran gue : "Yeah Indonesia menang, soalnya gue dateng langsung sih!" :p 

       Saatnya nonton Indonesia All Star Legend!  Yak, pada 4 September 2011 gue nonton Milan Glories vs Indonesian All Star Legend. Selain karna gue seorang Milanisti, juga karena gue penasaran dengan pemain-pemain legenda seperti Rochi Putiray, Ricky Yacobi, Widodo C.P dan lain-lain. Gue nonton bareng temen-temen di kategori 1. Di belakang beberapa bangku di belakang gue, ada Boaz Salossa & sang istri lagi nonton. Tergerak hati ingin ngajak foto bareng & minta tandatangan, tapi apadaya dia disuruh nonton di bench oleh official. :| 



Dapet bocoran line-up sebelum pertandingan! :P


Red Flares. Ini GBK atau San Siro? :D
Walaupun kalah 1-5, gue tetep seneng karna Indonesia All Star Legend berhasil menjebol gawang Taibi lewat sontekan Ricki Yacobi. Yeah, akhirnya gue berhasil ngeliat langsung legenda Indonesia ngegolin! 
       
     Walaupun kalah, kami tetap bangga!  Yup, sekarang gue mau cerita ketika mensupport Indonesia ketika kalah. Gue mau ngebahas pertandingan yang belum lama ini aja, saat Indonesia 0-1 Malaysia di penyisihan grup Seagames XXVI. Gue nonton bareng kakak gue yg bernama Ines, serta temen SMP yg bernama Yogi. Kita nonton di VIP Timur, tepat di garis kick off lapangan. Indonesia mengeluarkan susunan pemain lapis ke-2 karena sudah dipastikan lolos ke putaran semi-final. Pertandingan berlangsung seimbang, namun Malaysia lebih beruntung menang dengan skor tipis 0-1. Kecewa pasti ada, namun tetep bangga karna Timnas Indonesia sudah bermain dengan sekuat tenaga. Sepulang dari GBK, gue naik busway - bus 610 lalu dilanjutkan jalan kaki. Di blok m, banyak pedagang emperan yang nanya ke kami "Tadi bola berapa-berapa dek?" Lalu gue jawab dengan lemas, "Kalah 0-1 mas.." Sampe rumah sekitar pukul 23.30an. Capek banget, tapi apasih yang nggak demi Timnas Indonesia! :D
Perjalanan gue ke GBK, serta saat nonton gue foto dan rekam di video berikut ini. Cekidot!

 




Yup, ada suatu hal yang menarik di video tersebut ketika pertandingan turun minum. Penonton dihibur dengan lagu "Ayu Tingting - Alamat Palsu". Penonton kompak saat musik berbunyi : "Jengjeng!!", semua penonton tertawa bersama karna hal tersebut. :))

     Garuda Muda mulai mengepakkan sayapnya. Woohoo, walaupun Timnas U-17 belum lama terbentuk, namun Tim asuhan pelatih Indra Syafri ini bisa mencatatkan prestasi dari ajang Turnamen U-17 di Hongkong. Di Final, meskipun tertinggal 0-1 lebih dulu, akhirnya Timnas U-17 mampu mengalahkan Singapura dengan skor 3-1 lewat 2 gol dari Zabek dan 1 gol dari Evan. Berkat kemenangan ini, membuka secercah harapan bagi Timnas Indonesia di masa yang akan datang. Semoga pembinaan usia dini terus berjalan lancar supaya gelar juara yang diraih Timnas U-17 menular ke Timnas berbagai usia lainnya. Dan bakat anak-anak Indonesia dapat tersalurkan untuk kemajuan sepakbola Indonesia. Aamiin Ya Robbal Aa'lamiin. :)    





"Wahai Garuda Muda.. Bangunkanlah Sang Garuda dari tidur panjangnya.. Goreskanlah prestasi untuk kemajuan Sepakbola Indonesia.."

HIDUP SEPAKBOLA INDONESIA!!
                                                                                                        TTD
Presiden Republik Indonesia 2036.

*Source Foto Timnas U-17 : Twitter @MatiasIbo. 

Sunday, October 16, 2011

Let's Say "Si-Ai-Em-Bi Niaga!"

Udah lama gak ngapdet blog, huahehe. Nih ada video baru buat lomba dari CIMB Niaga. Langsung aja yuks tongton videonya. Cekidot!!


Gimana? Mantep gak? Huaheuahuhe.
Buat yang mau dapet Rp.500.000, vote gue yuk!! Caranya  gampang bungudh!! Tinggal klik : http:bit.ly/VoteFachrido & klik Vote!! 

Ada Rp.500.000 buat Lucky Voters!! Satu vote sangat berarti, kawan.. :) 

Sebelum itu, gue juga ada video-video baru yang belom dipost di blog.
Cekidot, markinon mari kita nonton!!



Yup, video itu gue bikin bareng kak @marioyeremia. Walopun kalah, yang penting udah ikut berpartisipasi deh. Lawannya 5 negara!! O_O
Btw, adek gue namanya Luna. Unyu kan kayak kakaknya.. :3

Wednesday, September 21, 2011

Kisah Kisruh SMA 6 dan Wartawan

Pertama-tama, tulisan di blog ini gue tulis karena berita di media gak berimbang. Posisi kita di media sekarang kayak "Dikepung dan dipojokkan". Dan tulisan ini berdasarkan apa yang gue liat dengan mata kepala gue sendiri di tkp.

Senin, 19 Mei 2011. 
Pukul 10:00, bel bunyi tanda istirahat. Gue ke kantin mau makan, abis ulangan geografi. Diperjalanan ke kantin, kita ngeliat ada wartawan di depan gerbang sekolah, katanya sih abis ketemu kepala sekolah ngomongin tentang perampasan kaset wartawan trans 7, Oktaviardi.

Pukul 11:30 kita pulang sekolah, mereka ada di gerbang ke-2. Posisi gerbang, kira-kira kayak gini:


Siswa tertahan didalem gerbang 2, karena wartawan ada didepan gerbang 2. Pas kita mulai keluar, salah satu siswa diambil wartawan. Anak-anak didalem teriak 'Woy temen gue tuh!!'. Suasana chaos, tapi reda karna guru (terutama Pak. Tateng) teriak 'Hush, udah udah!!' Pas suasana mulai tenang, anak-anak dibolehin pulang. 

"Pelemparan soto oleh oknum wartawan" 
Pas jalan pulang, gue denger suara 'Praaaaankkkk!!' dari arah depan sekolah. Gue ngeliat sendiri bihun-bihun yang berceceran di depan gerbang. Mangkok soto dilempar ke guru kami tercinta, Pak.Denny. Hampir bisa dipastiin 100% kalo mangkok soto itu dilempar oleh wartawan. Karena letak penjual soto itu di luar, sedangkan siswa SMA 6 gak bisa beli makanan di luar. Suasana chaos, anak-anak lari ke arah taman ngebantu temen-temennya yang kena pukul wartawan. Guru kami, Bu.Husni teriak-teriak 'Pak, itu anakku pak dipukul pak tolongin pak!' Guru-guru lain seperti Pak.Darmidi, Pak.Agus dll juga ikut melerai. Jadi, berita yang beredar kalo guru memprovokasi siswa, itu salah besar. 

"SMA 6 tidak menghargai tamu, yaitu wartawan"
Yak, kalimat itu tercetus dari dewan pers. Jadi, sebenernya pihak Oktaviardi udah ke kepala SMA 6 ngomongin tentang penganiayaan dan perampasan kaset yang menurutnya dilakuin siswa SMA 6, dan udah mencapai titik temu. Dan pasti pihak SMA 6 dan guru BP bakal nyelidikin. Tapi, puluhan oknum wartawan melakukan (yang katanya sih) "aksi damai" , atau bisa dibilang "Unjuk Rasa" yg tanpa seizin pihak kepolisian. Hmm, jadi kita udah menghargai tamu kok. Tapi, apa wajar kalo kita menghargai orang yang udah melecehkan guru kami dengan mangkok soto? Apa wajar kami menghargai orang yang udah nginjek gapura sekolah tempat kami mencari ilmu? Gue kira kalian bisa nyimpulin sendiri siapa yang memulai masalah ini.

"Ada metode pendidikan yang salah di SMA 6"
Pernyataan itu salah banget. Perlu dicamkan dan digaris bawahi, di SMA 6 kita selalu diajarin sopan santun, guru juga selalu aktif ngelarang kita tawuran. Setiap ada yang tawuran, siswa dipanggil ke ruang serbaguna buat dikasih penyuluhan. Dan sanksi-nya mulai dari dapet poin, di skors, sampe dikeluarin dari sekolah. Dari pihak kepolisian, juga sering ngasih penyuluhan narkoba, tentang tawuran, dan mereka juga beberapa kali ikut upacara di sekolah kami. 

"Berita di Media yang menyudutkan SMA 6"
Di berita, selalu cuma wartawan yang di expose luka-luka. Ada 4 wartawan yang luka, padahal ada sekitar 10 anak SMA 6 dan guru luka-luka. Tapi, apa pernah mereka nayangin siswa & guru yang luka-luka? Gak pernah, mereka cuma nyampein berita dari satu sisi. Padahal pas bentrok, wartawan ngelemparin kita pake helm milik siswa yang diparkir dijalanan. 

(Sumber : @narresh_)

Jadi intinya, berita yang bilang 'SMA 6 Serang Wartawan' itu salah banget. Dan kedua pihak punya kesalahan masing-masing. Wartawan salah, dan siswa juga salah karna terpancing emosi. Pertikaian ini terjadi karena ada pihak-pihak yang memprovokasi. Dan mungkin provokator-provokator tertawa diatas permasalahan ini. Akhir kata, apalah arti kata 'Permusuhan' jika ada 'Perdamaian'? Yuk damai! :)

Sekian dan Terima Nasib..

Monday, July 25, 2011

[Video] Benakribo Penghibur Dunia Maya!

Yak, setelah sekian lama ga nulis blog karna sibuk tidur banget. Akhirnya gue nulis lagi nih! *ambil kemoceng* *bersih-bersih debu di pinggiran blog*

Saturday, April 9, 2011

Bikin video bareng Benakribo!

Setelah video chitato, gue ada video baru nih, video berita tentang kesehatan gitu bareng Benakribo. Gue jadi Prof. Mayer, Bena jadi pembawa berita, Udin si 'Orang Jaman dulu' plus pengisi dubbing 'Sapiudin'.
 Penasaran sama pideonya? Yuks langsung aja tonton~~



Gimana? Keren kan? hehehe. Boleh lho share di twitter facebook atau bahkan di blog kalian! :D